Jenuh jadi Aktivis Dakwah

Berkutat dengan rutinitas yang  hampir sama dari hari kehari bisa menimbulkan kelelahan dan kemalasan untuk melakukan aktivitas dakwah.

Pergi pagi pulang petang untuk ngurusin orang lain ternyata bukanlah pekerjaan yang ringan dan mudah. Banyak kita yang akhirnya berfikir ulang dan tak sedikit yang kemudian memutar badan dan membalikkan pandangan dari jlan dakwah ini.

Terlebih lagi ketika aktivitas kita menjadi aktivis menuntut pengorbanan waktu, tenaga dan harta sampai2 mengorbankan waktu2 pribadi dan bahkan terkadang mengorbankan cita-cita semu.

Hati-hati kejenuhan ini penyakit menular, kita yang mulai merasakan bibit2 kejenuhan ini hendaknya tidak bersama mendekat orang-orang yang jenuh lainnya. Karena tradisi hidup jamaah kita yang melekat terkadang terbawa-bawa ketika kita jenuh dan akhirnya kita juga mengajak orang lain untuk jenuh.

Bagaimana supaya tidak jenuh

1. Luruskan kembali orientasi kita menjadi aktifis dakwah. Satu-satunya orientasi yang lurus adalah orientasi kerja semata karena ridho Allah. Jadi kita menjadi aktivis orientasinya adalah ilallah bukan semata2 pengembangan karir keorganisasian atau maaf sekedar pencapaian popularitas. Orientasi itu terlalul dangkal kiranya.

2. Berkumpul lah dengan orang-orang yang senantiasa punya semangat dalam aktivitas dakwah. Dimana hari-harinya adalah dakwah dan setiap tarikan nafasnya adalah dalam rangka zikrullah

3. Perbanyak bekal Ruhiyah karena inilah nadinya pergerakan kita. Kesibukan kita menjadi aktivis hendaknya berkorelasi dengan kesibukan kita berinteraksi dengan Allah. Kalau dulu sewaktu masih belum jadi aktivis Tilawah quran kita setengah juz sehari, sekarang tingkatkan menjadi satu juz. Kalau dulu kita cuma qiyamullail sekali seminggu sekarang tingkatkan jadi 3 kali seminggu. Hendaknya Interaksi Ruhiyah kita semakin diperketat.

4. Lakukan kreasi2 baru dalam menjalani amanah sebagai aktifis dakwah. Jangan biasakan diri melakukan rutinitas2 warisan secara literlet atau konseptual dan tidak menyesuaikan dengan kondisi analisa kekinian.

Banyak Hal lain yang bisa kita lakukan agar kita tak jenuh jadi aktivis, karena kejenuhan adalah awal malapetaka dan kejenuhan adalah indikasi lupanya kita akan janji kita kepada Allah untuk menjaga Dinul Islam ini..

Kalau kita mau lihat orang2 disekitar kita mereka juga punya hasrat pribadi, mereka juga punya targetan akademisi dan mereka juga punya cita2 tapi kenapa mereka masih sempat untuk menyibukkan diri dengan aktivitas organisasi. Karena mereka tahu hidup ini hanya sekali maka berbuatlah yang berarti

Semoga bermanfaat

Iklan

One response to “Jenuh jadi Aktivis Dakwah

  1. Sepertinya banyak juga aktifis yang belum sadar bahwa ia sedang jenuh, jadi tidak berusaha menepiskan kejenuhannya. Peer buat kakak-kakak dan sahabat-sahabatnya untuk melihat mana saudara yang sedang jenuh. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s