Apakah memasuki dunia siyasy sebuah kekeliruan???

Akhir-akhir ini banyak aktivis kampus yang melontarkan keluhan yang hampir seragam. Keluhan ini datang dari berbagai lapisan aktivis baik da’awy ataupun siyasy. Mereka mengeluhkan bahwa sekarang terjadi penurunan kualitas kader akibat dampak sistemik dari dakwah siyasy.

“Coba kita lihat dahulu sewaktu dakwah hany ngurusin FSI saja kader-kader terpelihara, akhlaknya baik, hijabnya bagus, tidak ada yang menyimpang”. Ungkapan salah seorang aktivis yang sayang dengan dakwah ini.“kalau begitu sudah saatnya kita kembali ke asholah, kembali kedapur tinggalkan dakwah siyasy”. Begitulah rangkaian kata yang meloncat dengan penuh semangat dari kita sekali lagi yang sayang dengan jamaah ini. benarkah demikian?

Benarkah rutinitas siyasy yang menyebabkan kita kehilangan ciri ikhwani, benar kah dia makhluknya yang menjadikan dakwah ini bergeser dari asholahnya?

Lantas timbul pertanyaan bagi kita apakah tidak keliru kita memutuskan memasuki ranah siyasy?

Tahukah teman2 bahwa kedudukan medan siyasy merupakan bagian yang tak terpisahkan dari islam dan bergerak di medan siyasy adalah bagian yang tak terpisahkan dari aktivitas dakwah ilallah..

Dakwah ini untuk seluruh alam, dia bukan untuk golongan tertentu saja, dia bukan hanya untuk orang-orang yang sdh mulai mengerti pentingnya islam dalam kehidupannya, tapi untuk semuanya tanpa terkecuali…

Mungkinkah kita melakukan perubahan yang besar ini hanya dengan optimalisasi satu wajihah yaitu FSI? yang notabene orang2 yang masuk disana adalah orang2 yang memang sdh punya hajat mengenal islam lebih dekat, maka bagaimana dengan teman2 kita yang masih mengambang, yang masih terlupa akan hakekat mereka diciptakan di dunia ini?

Sering misi2 besar dakwah siyasy ini kandas ketika ADK melihat personal siyasy yang berperan di lapangan yang dinilai tidak lagi menjaga asholah dakwah.

Apakah karena personal yang melakukan kekeliruan lantas kita menganggap keputusan memasuki ranah siyasy juga sebuah kekeliruan???

Agar kita tidak keliru ada beberapa hal yang harus kita lakukan

1. Tingkatkan imunitas pribadi kita.

Interaksi kita dengan orang2 yang belum mengerti hijab bukan lantas menjadikan kita juga berbuat hal yang sama. Interaksi kita dengan orang yang mungkin masih terlambat sholat jangan sampe menjadikan kita juga ikut2an telat. Dan interaksi kita dengan orang2 yang masih belum santun tutur katanya jangan malah menjadikan kita juga demikian. karena kita adalah kader yang punya imunitas. Kita berinteraksi tapi kita tidak tertulari. Bagaimana caranya, caranya adalah dengan memperkencang interaksi kita dengan Allah. Sehingga parameter2 yang telah Allah tetapkan bisa terus terpelihara. Kalau sebelum menjadi kader siyasy kita cuma tilawah 5 halaman sehari maka sekarang tambah menjadi 10 halaman, kalau sebelum disyasy Qiyamullail kita cuma satu kali perpekan maka sekarang jadikan ia minimal 3 kali perpekan…dan seterusnya untuk amalan yaumi yang lain

2. Pelihara budaya siap di kritik dan mau di kritik

Kita hanyalah manusia yang pasti tak luput dari kesalahan. Sewaktu2 ada kesalahan yang terlihat oleh rekan kita di lembaga lain yang mungkin kritikan dan masukannya akan lebih objektif maka dengarkanlah. Jangan langsung membentengi diri dengan pembenaran2 yang akan menyulitkan masuknya kritikan tadi. Kalau saat ini kita siap dikritik maka yakinlah sahabat kita yang memberikan kritik tadi akan semakin perhatian sama kita dan insyaALLAH semakin banyak yang perhatian terhadap gerak langkah kita maka kita akan menjadi kader yang terpelihara.

3.Pelihara tujuan

Senantiasa berusaha menanamkan dalam diri bahwa aktivitas kita disyasy untuk dakwah, Sehingga dalam aktivitas sehari-hari kita tidak akan terlepas dari rutinitas Da’i. Jangan sampe kita hanya sibuk dengan hal-hal teknis yang mengurus tenaga dan terkadang ukhuwah, tanpa sebuah misi dakwah yang pastinya akan membawa kekeringan pada pergerakan kita. Upgrade terus daya rangkul kita (isti’ab) karena tujuan dasar kita disini adalah dakwah

Wallahualam…semoga bermanfaat

 

Iklan

4 responses to “Apakah memasuki dunia siyasy sebuah kekeliruan???

  1. syukron kak mela. sangat bermanfaat. πŸ™‚ langsung nancep ke jantung yang paling dalem. insyaAllah, siyasi never end. hehe

    • afifah: jantung yang paling dalem berarti nembus ke bilik dong dek…? πŸ˜‰
      hati-hati bocor jantungnya…:)
      keep spirit ya dek,,,siapa tahu lewat dahwah siyasy ini kita bisa dipertemukan di Jannah kelak

  2. syukran ni sudah mengingatkan, …ingin sekali berkontribusi demi perbaikan siyasi kita kedepan, namun ona terkendala dengan waktu rapatnya ni…terlalu pagi, dan pastinya akan dipertanyakan dan tidak diizinkan orang tua ( kok pergi pagi2 sekali, kan nggak ada urusan lagi ke kampus, pertanyaan orang tua yang selalu terlontar ni, karena orang tua tidak paham dengan organisasi kita)…jadi sekarang agak sulit bergerak jika terlalu pagi…tapi ona tsiqoh dengan tim yang telah dibuat kemaren ni, ona tidak alergi dengan siyasi kok ni…semoga para kader kader militan terbentuk dari medan dakwah yang juga cukup berat.

    • ona:hehe…:) tdk papa na….
      afwan tidak bermaksud menyatakan orang2 yang ana tag alergi syasy justru sebaliknya yang ana tag adalah orang2 yang menurut ana peduli akan kondisi syasy…just berbagi saja atas qodhoya yang ada agar kita lebih waspada…
      soal rapat ndk papa na…sewaktu2 kalau kita butuh pakarnya ona bisa diganggu kan πŸ˜‰

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s