Category Archives: tokoh inspiratif

Rahmat Abdullah

Seonggok manusia tergeletak tanpa arah ….

siapa yang akan bertanggung jawab…

kalau tidak ada biar saya sajalah yang bertanggung jawab…

 

 

Subhanallah luar biasa ustadz,

inspirasi mu tiada henti……

Kesederhanaan hidupmu tidak lantas menyederhanakan langkahmu dalam berjuang…

Bergerak setiap waktu dan menjadikan setiap detik waktu itu bernafas dengan dakwah Ilallah…

Ustadz, ntah seperberapa baru yang bisa kuperbuat dalam dakwah ini,,,

masih sangat jauh sekali..

Senyum yang senantiasa tergurat di garis wajahmu seolah-olah menggambarkan bahwa hari-hari yang kau jalani begitu mulus, ringan dan tanpa tantangan,,,

tapi tidak ternyata itu salah…

Justru senyummu adalah goresan ketegaran mu akan beratnya perjuangan ini…

luar biasa menginspirasi..

bersyukur telah mengenalmu ustadz…

dan bersyukur sempat bertemu dengan mu, walau hanya sebentar, dikota ini…

padang kota tercinta…”kujaga dan kubela”

Iklan

Hasan Albanna

Syeikh Abdullah Azzam

Sosok luar biasa yang tak mengenal halangan apapun dalam berjuang, berani tanpa sebuah ketakutan yang menyesakkan dada kecuali hanya ketakutan pada Allah SWT.

Kebangsaan Palestin yang syahid di Bumi jihad Afganisthan, ditengah kesempitan yang dirasakannya di palestina beliau masih sempat berkontribusi untuk orang lain. Syeikh Abdullah Azzam sosok yang luar biasa,  dilahirkan di sebuah kampung di Utara Palestina yang dikenal sebagai Selat al-Harithia di daerah Genine pada tahun 1941. Ayahnya bernama Mustaffa yang meninggal dunia setahun selepas pembunuhan anaknya. Ibunya bernama Zakia Saleh yang meninggal dunia setahun sebelum Sheikh Abdullah Azzam dibunuh.

Perang tak menyurutkan langkahnya untuk tetap menuntut ilmu, Tahun 1960-an ia ikut dalam Jihad menentang penjajahan Israel di Palestina dari Jordan. Ketika itu juga ia menerima Ijazah Master di dalam bidang Shariah dari Unversitas al-Azhar. Pada tahun 1970 sesudah Jihad terhenti karena kekuatan PLO dipaksa keluar dari Jordan, Abdullah Azzam menjadi seorang pensyarah di universitas Jordanian di Amman. Pada tahun 1971 ia dianugerahkan biasiswa ke Universitas al-Azhar di Kairo sampai ia memperoleh Ijazah doktor di dalam bidang Ushul al-Fiqh pada 1973. Ketika di Mesir itulah, ia telah berkenalan dengan keluarga Sayid Quthb, keluarga tokoh perjuangan Islam di Mesir.

Kesibukannya yang luar biasa juga tidak menjadikannya mengalami keterbatasan dalam ibadah. Beliau adalah sosok yang terbiasa berpuasa nabi daud, dan malam2nya tak pernah lepasa dari tahajjud.

Beliau mengambil kesenangan dunia bukan dari banyaknya waktu yang bisa dipakai untuk istirahat dan rekreasi melainkan dari padatnya waktu yang terisi akan amal-amal jihad dan dakwah

wallahualam(dr dai-dari berbagai sumber)